Sabtu, 21 Maret 2026

“Berjuang Mempertahankan Iman”

Berikut ini adalah Firman Allah untuk menjadi Renungan pada hari ini:

Yudas 1:3
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus”

Surat Yudas memperlihatkan keadaan orang-orang Kristen yang menghadapi pengajaran palsu bahkan di dalam persekutuan orang percaya sekalipun. Penulis kitab Yudas mendorong orang percaya untuk tetap berjuang dalam mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, “berjuang mempertahankan iman” bukan berarti hanya bertahan secara pasif, tetapi aktif menjaga hati, pikiran, dan tindakan kita agar tetap selaras dengan firman Tuhan. Ini bisa diwujudkan melalui kebiasaan sederhana seperti membaca firman Tuhan setiap hari, berdoa dengan sungguh-sungguh, serta berani berkata “tidak” terhadap hal-hal yang kita tahu tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Dalam komunitas kita sebagai orang percaya, kita akan mendapati orang-orang yang tidak berjuang dalam mempertahankan iman mereka. Maka tak heran ada orang-orang percaya sekali pun yang dengan mudahnya jatuh bangun dalam dosa serta tidak menjaga kekudusan.

Hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak hanya melihat iman sebagai status, tetapi sebagai perjalanan yang harus dijaga setiap hari. Kita perlu jujur mengevaluasi diri: apakah kita masih memiliki kerinduan untuk hidup benar, atau justru mulai kompromi dengan dosa karena merasa “sudah aman”?

Melalui firman yang kita baca, kita melihat bagaimana Alkitab menggambarkan bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. Jika diaplikasikan dalam kehidupan rohani kita, maka ini menjelaskan bagaimana kita, layaknya para umat-Nya yang telah dibawa keluar dari Mesir, akhirnya akan mengalami kebinasaan jika tidak berjuang untuk mempertahankan iman.

Artinya, pengalaman masa lalu bersama Tuhan tidak cukup jika kita tidak terus hidup setia hari ini. Iman harus dipelihara, bukan hanya dikenang.

Bahayanya lagi, Yudas menjelaskan ada orang-orang tertentu yang telah menyelusup di tengah-tengah orang percaya. Mereka adalah orang-orang yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, untuk mementingkan dirinya sendiri. Ini memberi peringatan bagaimana penyesatan sebenarnya bisa terjadi dalam lingkup gereja. Ada orang-orang yang mencari keuntungan dari pemberitaan firman Tuhan.

Di zaman sekarang, hal ini sangat relevan. Banyak konten-konten yang berbalutkan firman Tuhan tetapi sebenarnya “menyesatkan”, asal menarik, tidak biasa, dan menghasilkan banyak perhatian. Karena itu, kita perlu memiliki kepekaan rohani: tidak menelan semua ajaran begitu saja, tetapi mengujinya dengan firman Tuhan.

Sikap praktis yang bisa dilakukan adalah:

  • Membandingkan setiap pengajaran dengan Alkitab
  • Tidak mudah terpengaruh oleh popularitas atau emosi sesaat
  • Membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, bukan hanya bergantung pada orang lain

Itu sebabnya, di akhir suratnya Yudas berpesan agar kita membangun diri kita sendiri di atas dasar iman kita yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus. Kita juga diminta memelihara diri kita dalam kasih Allah sambil menantikan kedatangan Kristus, serta berbelas kasih kepada orang-orang yang belum percaya.

Marilah kita lebih bersungguh-sungguh, berpegang pada firman-Nya serta melakukannya dan berjuang mempertahankan iman kita kepada Yesus Kristus. Amin🙏

Selamat pagi & selamat beraktifitas.
“Tuhan Memberkati Kita”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top